Jumat, 29 Maret 2013

Syamsul Arifin Nababan Anak Pendeta Yang Jadi Da�i


1352163807237113152Bernard Nababan (Syamsul Arifin Nababan)
Menarik cerita teman yang ada di Solo yang mengatakan dia berteman dengan Syamsul Arifin Nababan (SAN), dari informasi yang saya dapat melalui telpon SAN adalah seorang Da�i bermarga Nababan ayah beliau  seorang pendeta dan Ibunda beliau seorang pemandu paduan suara di gereja.
Setelah saya googling ternyata SAN ini punya perjalanan hidup yang menarik sejak kecil-selama memeluk agama kristen sampai akhirnya berpindah menjadi muslim.
Dituturkan, beliau 7 bersaudara  dibesarkan dalam keluarga kristiani yang taat, �keluarga saya  keluarga yang demokratis�, kata SAN suatu saat.
Berbeda proses menjadi muallaf dengan tokoh-tokoh yang  lain seperti Ustadz Cahyono yang masuk Islam karena tersayat-sayat hatinya ketika mendengar suara azan magrib waktu beliau selesai main sepakbola atau WS.Rendra �si burung merak� yang tergetar hatinya ketika melihat rapinya orang yang lagi sholat khususnya waktu melihat jemaah tengah rukuk dan sujud, SAN bermula sering membaca�..
Suatu ketika beliau membaca perbandingan agama Islam-kristen waktu itu beliau masih kuliah di STT kuliah disini rencananya nanti akan jadi pendeta. Dari  membaca inilah beliau ragu dengan kebenaran isi alkitab namun beliau tidak serta merta memeluk Islam namun terus mendalami dan terus membandingkan agama Kristen-Islam, karena penasaran sampai buku ini dibaca berulang-ulang puluhan kali.
Rupanya hidayah memang sudah memilih beliau, pada tahun 1991 beliau dengan mantap masuk Islam, setelah beberapa tahun mendalami agama Islam beliau merasa rindu dengan �orang rumah� khusunya ibunda beliau segera beliau mengutarakan niatnya kepada pembimbing agama beliau, sang guru menyarankan supaya SAN menjenguk keluarganya di Sumatera dan di beri ongkos diingatkan juga supaya SAN tetap menghormati keluarganya meski sekarang sudah beda keyakinan.
Berangkatlah SAN dengan rindu menggelora didada namun apa yang didapat ? Setelah memperkenalkan diri karena orang rumah  sudah tidak mengenal beliau lagi apalagi dengan memakai gamis dan sorban, saya Bernad Nababan�.. kemudian diceritakan kisah dari pelarian di STT sampai sekarang menjadi muallaf dan mengganti nama, mungkin karena terkejut beliau diusir dari rumah keluaraga tidak dapat menerima.
Namun karena memang sudah menjadi manusia pilhan beliau malah bertambah mantap dengan keislamannya.
Pada 1997 beliau  diundang oleh kerajaan Arab Saudi untuk melakukan ibadah haji. Ketika kembali pulang ke kampung halaman, usai menunaikan rukun islam yang kelima, SAN memutuskan untuk menyiarkan agama yang ia yakini kebenarannya itu. �Dua adik saya berhasil saya Islamkan,� ungkap Syamsul.
Berbekal ilmu yang ia pelajari, dan pengalaman mengislamkan adiknya, la memutuskan untuk terus melakukan dakwah. �Di Jakarta saya mulai berceramah dari masjid ke masjid hinga kantor ke kantor,� tuturnya.
Niat tulus tanpa tendensi, kata dia, maka Allah akan memberikan kemudahan dan jalan pada orang yang melakukannya. �Jika kamu menolong agamamu, maka Allah akan menolong kamu,� jelas Syamsul, meminjam sebuah ayat dalam Alquran.
Yang paling menyenangkan adalah ketika Ibunda beliau masuk Islam dan dua bulan kemudian berpulang ke rahmatullah�.
Saya tuliskan perjalanan hidup beliau bukan karena apa, sekedar menjadi catatan bahwa jika Allah berkehendak maka tidak ada sesuatupun yang bisa menghalangi.

Yakuza, Jadi Imam Masjid di Jepang




Nama aslinya Taki Takazawa. Rambutnya gondrong dan tubuhnya dipenuhi tato. Secara penampilan, dia nampak mirip dengan anggota kelompok mafia Jepang, biasa disebut Yakuza. Dia memang mantan tukang tato para anggota geng paling ditakuti di Negeri Matahari Terbit itu. Selama 20 tahun profesi itu digelutinya.
Tapi pandangan negatif pada penampilan fisiknya itu berubah saat dia mengumandangkan Azan. Takazawa kini menjadi Imam sebuah masjid di Ibu Kota Tokyo. Setelah mengucapkan dua kalimat Syahadat, Takazawa mencantumkan nama muslim Abdullah, berarti Hamba Allah SWT.
Perkenalannya dengan Islam secara tidak sengaja terjadi di Wilayah Shibuya. Takazawa melihat seseorang dengan kulit dan janggut putih. Orang itu juga mengenakan baju dan turban warna suci. "Orang itu memberikan sebuah kertas dan menyuruh saya membaca kalimat tertera bersama dia," ujarnya seperti dilansir islamicmovement.org (2010).
Kalimat itu ternyata Syahadat, pengakuan pada ke-esaan Allah SWT dan Muhammad SAW sebagai utusannya. Meski tak paham secara keseluruhan, Takazawa pernah mendengar sepintas Allah dan Muhammad. Seperti kebanyakan penduduk Jepang, Takazawa menganut aliran kepercayaan Shinto.
Pertemuan dengan orang serba putih itu membekas di ingatan Takazawa. Dua tahun setelah memeluk Islam, dia bertemu lagi dengan sosok inspiratifnya itu. "Ternyata dia pernah menjadi Imam di Masjid Nabawi, Kota Madinah, Arab Saudi. Saya bersyukur bisa bertemu dengannya," katanya.
Imam Masjid Nabawi itu meminta Takazawa untuk menjadi Imam di masjid di wilayah Shinjuku. Sebelumnya, dia melaksanakan ibadah haji dan menimba ilmu beberapa bulan di Kota Makkah. Nama Takazawa terkenal lantaran dia menjadi satu diantara lima imam Masjid besar di Jepang, dari 13 juta populasi manusia di Tokyo.

Kisah Nyata : Kisahku menjadi Mualaf di Usia 10 Tahun

Cerita saya menjadi seorang Muslim pada usia sepuluh tahun mungkin tidak biasa. Saya lahir dengan seorang ibu yang Katolik Roma dan seorang ayah yang Baptis. Saya mempunyai seorang kakak yang satu setengah tahun lebih tua. Ketika saya berumur enam minggu, ayah membawa lari saya dan kabur dengan wanita lain. Dia meninggalkan ibu dan kakak saya. Dia menyembunyikan saya dan terlibat dalam narkoba. Saya ingat beberapa tahun pertama saya sendirian dan sangat kelaparan. Saya ingat bagaimana buruknya tabiat saya . Selama beberapa tahun pertama, ibu saya bekerja sebagai bartender sehingga ia bisa menghidupi dirinya dan kakak saya. Setelah beberapa saat salah satu teman ayah mengatakan pada ibu dimana saya berada karena dia takut sesuatu yang buruk akan terjadi. Ibu langsung datang dan menemukan ayah dan teman-temannya sedang menggunakan narkoba. Dia melihat saya yang sedang berlarian terabaikan, jadi dia mengambil saya dan meninggalkan ayah. Saya tidak benar-benar mengenalnya. Waktu itu  saya pikir sedang diculik atau apalah, jadi saya melemparkan amarah disetiap kesempatan dan bahkan menjadi semakin marah. Akhirnya ibu bisa membuat saya tersenyum, belajar bagaimana memeluk, dan bahkan mengatakan Aku mencintaimu, segala sesuatu yang belum saya ketahui sebelumnya. Ibu harus lebih banyak menghabiskan waktu di bar untuk membiayai saya dan kakak sehingga kami harus tinggal dengan babysitter. Suatu hari ayah datang ke rumah dan membawa saya kembali ke tempat dia tinggal bersama wanita lain.
Pada akhir tahun itu, ia mencoba menempatkan saya di sekolah tetapi tidak berhasil. Saya melakukan segala sesuatu yang buruk hanya untuk mendapatkan masalah. Sekolah menelepon dan mengatakan saya tidak bisa kembali karena perilaku saya, jadi saya dibuang di depan pintu rumah ibu. Dia senang saya kembali dan membawa saya ke sekolah kakak. Saya pikir saya sudah mulai ditinggalkan lagi, jadi saya mengamuk, memukul guru saya dan anak-anak lain sehingga sekolah memanggil ibu dan mengatakan saya tidak bisa sekolah disana lagi. Saya marah pada semua orang. Saya melakukan hal-hal buruk yang bisa terpikirkan untuk dilakukan. Kali ini ibu membawa saya terbang ke rumah ibunya (nenek saya), di negara bagian lain. Dia baik dan penuh kasih kepada saya, setiap kali saya mengamuk nenek tidak pernah marah tapi ia akan memegang tangan saya berjalan keluar ke tumpukan blok kayu kecil di samping rumah dan menyuruh saya memindahkan tumpukan blok tadi. Pada awalnya saya begitu marah, tetapi lama-lama saya anggap ini permainan sampai akhirnya delapan bulan tinggal dengan nenek saya sudah tidak pernah mengamuk lagi. Saya biasa duduk di pangkuannya mendengarkannya membaca cerita Alkitab dan puisi sampai saya tertidur.
Banyak hal yang saya pelajari dari nenek sampai akhirnya saya harus kembali pulang. Dia mengatakan bahwa saya akan baik-baik saja dan setiap kali saya marah atau sedih atau kesepian saya harus berpikir tentang Tuhan. Dia bilang saya harus selalu ingat bagaimana Tuhan merawat semua orang di dalam Alkitab. Ibu senang dengan perubahan saya yang tidak lagi mengamuk.
Kemudian, sekali lagi karena melihat perubahan saya ayah membawa lari saya. Wanita baru ayah saya begitu kejam. Saya kehilangan banyak berat badan dan saya tidak ingat hal-hal terlalu jelas, tapi saya ingat pacarnya memukul saya, saya juga ingat ayah membanting kepalaku ke meja dapur karena saya tidak menulis cukup cepat. Dia dan teman wanita itu akan mengancam saya dengan meyakinkan bahwa setan akan keluar dari lantai kamar tidur saya dan membawa saya ke neraka jika saya keluar dari tempat tidur saat mereka menggunakan obat. Hal ini berlangsung sampai saya kelas empat. Saya sudah  lupa bagaimana nenek mengajarkan saya untuk berdoa dan saya tidak bisa ingat hari-hari indah yang sudah saya habiskan dengan dia, saya bahkan lupa semua pelajaran tetang Tuhan.

Ketika tiba waktunya untuk memulai kelas empat saya menjadi tak terkendali di sekolah, berharap ayah mengirimkanku kembali ke ibu atau nenek. Saya tidak berhenti sampai saya mendapatkan apa yang saya inginkan dan itu berhasil. Aku dikembalikan lagi pada ibu. Ibu terlalu sibuk dan lelah sehingga saya kembali menjadi anak nakal untuk mendapatkan perhatian. Ibu tidak lagi bisa mengatasi saya dalam satu menit karena ayah sudah membawa saya ke dokter dan memberi saya berbagai jenis obat dari Ritalin sampai yang lebih buruk agar saya bisa terkontrol tapi tidak ada yang berhasil. Saya memukuli anak-anak lain, berkelahi, memfitnah, mencuri sesuatu, berbohong, menolak mematuhi guru atau melakukan pekerjaan apapun. Sekolah bagi saya adalah tempat untuk bermain dan melakukan apa saja yang ingin saya lakukan. Aku tahu mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Saya tidak menganggap semua itu keren atau patut untuk dicontoh karena saat itu saya masih 10 tahun.

Sekarang usia saya hampir empat belas, dan berpikir kembali ketika saya sepuluh tahun. Semuanya berakhir ketika saya mulai menelepon rumah anak-anak lain dan mengatakan kalau anaknya hilang. Bisa dibayangkan seberapa besar saat itu masalah yang saya hadapi dan itu hanya membuat saya lebih menggunakan obat-obatan dari dokter. Semua obat membuat saya melihat hal-hal dan mendengar hal-hal yang tidak ada dan membuat marah saya cukup berbahaya. Ketika obat tidak lagi membantu saya mulai terancam untuk dikeluarkan dari keluarga selamanya. Tiba-tiba ibu tak mau lagi berhadapan dengan masalah dan ayah tak ingin saya kembali. Saya tidak tau apa yang akan terjadi pada saya.

Tanpa disangka-sangka, ada seseorang yang menawarkan untuk menolong saya karena mereka tidak memiliki anak dan mereka berjanji tidak akan melukai saya dan menyekolahkan saya di rumah, mereka juga tidak akan memberi saya obat-obatan atau membawa saya ke dokter kecuali saya sakit. Ini kesempatan terakhir saya jadi saya menyetujuinya. Mereka adalah Jumaana dan Waseem suaminya.

Disana sudah tersedia kamar untuk saya dengan berbagai barang-barang yang belum pernah saya dapatkan. Lama-lama obat-obatan mulai hilang dari tubuh saya sehingga saya menjadi cepat lelah dan tidur lebih banyak.
Saya merasa banyak sekali hal-hal yang berbeda disini. Pada waktu-waktu tertentu Jumaana akan meninggalkan ruangan menuju ke kamarnya dan saya akan berpura-pura sedang bekerja. Saya melihat dia memakai syal panjang di atas kepalanya dan karpet kecil dilantai, saya tidak yakin apa yang dia lakukan tapi saya tau dia sedang berdoa dan dia lakukan itu setiap hari. Hingga akhirnya suatu hari saya menanyakannya. Saya merasa berbeda disini karena terasa damai dan tenang berbeda dengan lingkungan dulu yang dikelilingi oleh orang-orang yang mabuk dan obat-obatan terlarang. Saya menjaga sikap saya karena saya takut suatu hari saya akan diusir dan kembali ke lingkungan yang lama.

Semakin hari saya bertanya semakin jauh dan mereka berusaha untuk memberikan jawaban yang terbaik. Suatu hari saya bertanya apa bisa saya ikut berdoa? Dia memperbolehkan dan malah memberi saya sajadah beludru biru baru. Saya mengikuti setiap gerakan walaupun masih belum bisa sampai beberapa minggu akhirnya saya mulai bisa. Saya merasakan ketenangan yang seingat saya belum pernah merasakannya. Suatu hari Jumaana mendatangi kamar saya dan menanyakan apakah ada yang bisa dia bantu karena melihat saya semakin baik. Saat itu saya tidak tau harus bagaimana sampai akhirnya saya memberanikan diri mengatakan �Saya ingin menjadi seorang muslim�.
Dia tersenyum dan bertanya apa tau menjadi muslim itu seperti apa dan saya jawab tidak. Kemudian dia memberi saya buku Children�s book on Moeslim. Hingga suatu malam tanggal 29 Desember 2000 saya mengucapkan 3 x syahadat dan menjadi seorang muslim.
Jumaana dan suaminya selalu mengajari saya di rumah dan memberi kebebasan saya untuk membaca buku apapun. Semakin banyak pertanyaan saya tentang perbedaan agama di dunia dan kenapa tidak semua orang menjadi muslim. Jadi saya mulai mencari dan membaca buku dari perpustakaan kecil sampai perpustakaan besar dan Jumaana pun menawari saya banyak buku dan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya.
Orang tua saya tidak mau saya kembali dan bahkan tidak peduli atau membiayai hidup saya di tahun pertama. Sementara Jumaana dan suaminya sangat peduli dengan apa yang terjadi pada saya. Jadi setelah setahun berlalu mereka mengadopsi saya secara legal sehingga mereka punya hak untuk membuat keputusan tentang sekolahku atau hal-hal lain yang sebelumnya tidak bisa. Saya sangat takut kembali ke rumah lama dengan kebiasaan lama apalagi orang tua saya tidak akan membiarkan saya menjadi seorang muslim.

Saya berdoa setiap hari berharap Allah menolong saya agar saya bisa diadopsi. Saya sangat senang ketika pengadilan memutuskan bahwa adopsi adalah jalan yang terbaik untuk saya. Pengadilan mendapatkan tandatangan orang tua saya dengan mudah bahkan ayah tidak mengecek kebenarannya dulu karena mereka begitu ingin melepaskan saya sebagai keluarga. Saya sangat senang bahkan pengadilan mengijinkan saya mengganti nama, jadi saya pilih nama Waa�li yang berarti seseorang yang kembali untuk berlindung. Saya merasa telah datang pada Jumaani dan Waseem untuk berlindung dan juga saya merasa seperti kembali ke Islam untuk mendapat perlindungan. Karena adanya penangguhan dari orangtua kandung saya sehingga tanggal adopsi diundur jadi bertepatan dengan hari pertama puasa. Saya merasa Allah memberkahi saya selalu.

Dirut PT. MMID cibitung jadi mualaf

Ditengah hujatan terhadap Islam, Mr. Yoshihiro Kobi mendapat hidayah Allah SWT, berikut petikannya :

Alhamdulillah, telah kembali kepada islam, Presiden Direktur Pengelola Kawasan MM 2100 Mr. Toshihiro Kobi. Beliau masuk islam dihadapan Ketua MPR DR. Hidayat Nur Wahid, MA., Lc. dan jamaah masjid AHM (Astra Honda Motor) plant-3.

Mr. Toshihiro Kobi ini terhitung baru menjabat sebagai Predir PT. MMID (Pengelola kawasan MM2100 Cibitung) baru kurang lebih 1 tahun, namun beliau sangat lancar berbahasa Indonesia.

Ketertarikan Beliau terhadap Islam juga terbilang baru, menurut cerita dari yang kerja disitu.
Beliau juga yang mendorong dan memberikan dukungan penuh atas pembangunan Masjid Raya Baitul Mushafa ini setelah sempat direncanakan 16 tahun yang lalu namun karena dukungan dari Managementnya kurang maka tertunda.

Syahadat Beliau dilakukan di Masjid PT AHM didepan Pak Hidayat,sebelumnya Pak Hidayat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid ini dan kemudian menjadi Khotib Jum�at di Masjid AHM.
Rencana masuk Islamnya sendiri sebenarnya tidak dijadwalkan saat itu, namun ternyata Pintu Hidayah Allah datang lebih cepat menyelamatkan beliau. Sesaat setelah selesai Sholat Jum�at, melalui seorang Direkturnya yang juga Ketua Panitia Pembangunan Masjid tsb, Beliau meminta untuk segera mengucapkan Syahadat didepan Pak Hidayat.
Subhanallah, Allahuakbar, orang-orang yang hadir begitu kaget karena tentunya masuk Islamnya orang nomor 1 dikawasan dengan 100 lebih perusahaan asing (Jepang terutama) yang berada dikawasan ini tentunya menjadi sebuah nilai kondusif yang baik terhadap perkembangan Islam, ditengah-tengah gencarnya serangan terhadap Islam.
KeIslaman Mr.Toshihiro Kobi ini disambut gembira oleh para Direktur beserta karyawannya serta rekan-rekan Jepangnya yang sebelumnya telah memeluk Islam.

Para Pesohor yang Memutuskan Menjadi Mualaf



Tiga puluh tahun lalu, publik Barat hanya mencatat beberapa nama yang memutuskan menjadi Muslim. Di antara sedikit nama itu, ada juara tinju dunia, Muhammad Ali, atau legenda basket, Karim Abduljabbar.
Beberapa tahun kemudian, beberapa nama disebut-sebut menjadi mualaf, antara lain Michael Jackson, Ice Cube, dan Snoop Dogg.
Semua berkulit hitam? Tidak juga. Saat ini, banyak kulit putih yang juga menjadi mualaf. Sebut Cat Steven, yang memutuskan menjadi Muslim pada tahun 1977 dan mengubah namanya menjadi Yusuf Islam.
Lama vakum dari dunia hiburan, tahun 2006 ia menelurkan album berjudul An Other Cup dan tahun 2009, Roadsinger, yang disebut-sebut �sangat Cat Steven� dan ditujukan untuk mengobati kerinduan penggemarnya.
Kini, Cat Steven bukan lagi satu-satunya pria kulit putih abad ini yang menjadi Muslim. The Sunday Times melaporkan saat ini ada sekitar 14 ribu warga Inggris kulit putih yang menjadi Muslim. Di antara mereka, tercatat sejumlah pesohor negeri itu, antara lain Yahya (semula Jonathan) Birt, anak Lord Birt, mantan petinggi BBC, dan Emma Clark, cicit mantan perdana menteri Inggris Herbert Asquith, yang membawa Inggris dalam Perang Dunia I.
Beberapa memutuskan menjadi mualaf karena terinspirasi Charles Le Gai Eaton, mantan diplomat. Eaton, penulis buku Islam and the Destiny of Man, menyatakan banyak di antara warga kulit putih merindukan agama �yang tidak berkompromi terlalu banyak dengan materialisme dan carut-marut kehidupan modern�.
Namun tak sedikit mereka yang menjadi Muslim melalui pintu �tali cinta�. Rumors yang beredar dan menjadi rahasia umum, menyebut Putri Diana sebelum tewas mengenaskan karena kecelakaan juga dikabarkan telah setuju untuk menjadi Muslim, setelah berhubungan dekat dengan anak miliarder Inggris, Mohamed Al-Fayed, bekas pemilik Harrods dan pemilik Fulham Football Club serta H�tel Ritz Paris.
Selain itu, beberapa pengusaha terkemuka juga menjadi mualaf. Di antaranya adalah The Earl of Yarborough, yang memiliki estate seluas 28 acre (setara 11331,22 hektare) di Lincolnshire. Ia memiliki nama Muslim Abdul Mateen.
Selain itu, ada juga Charles Annenberg Weingarten, direktur Annenberg Foundation di Amerika. ia merupakan putra miliarder Yahudi Walter H Annenberg. Charles Annenberg belakangan membuat kisah dokumenter perjalanan spiritualnya ke Timur Tengah dengan temannya yang adalah seorang Muslim, dan terinspirasi setelahnya. Ia menuliskan, �Beberapa mualaf di Barat adalah para bekas hippies dan aktivis antiperang serta antikapitalisme pada era 1960-1970-an.Di suburban Philadelphia, Bawa Muhaiyaddeen Fellowship menjadi satu Sufi Islamic Center dengan banyak menarik minat para aktivis dan Yahudi untuk bertukar keyakinan menjadi Muslim. Pesan yang disampaikan adalah tentang kedamaian hati, kesabaran, percaya dan memasrahkan semuanya kepada kemauan Yang Maha Segalanya.� Tak dijelaskan apakah dia kemudian menjadi Muslim setelah bergabung dengan organisasi itu, atau bahkan sebelumnya.
Islam juga menyebar di antara warga AS keturunan Amerika Latin. Professor Hjamil Marta*nez-Vazquez dari Texas Christian University mengklaim ada lebih dari 100 ribu di antara mereka yang memutuskan menjadi Muslim. Kini, banyak organisasi Muslim di antara mereka, di antaranya Los Angeles Latino Muslim Association. Umumnya mereka menganggap Islam penuh pesan kesetaraan, hal yang berlawanan dengan latar belakang mereka yang penuh penindasan.
Banyak di antara wanita Latin yang menikahi pria Muslim dengan alasan ini: beda dengan pria Latin yang umumnya mendominasi, pria Muslim lebih sederhana, berorientasi pada keluarga (family oriented), dan melindungi. Mereka juga anti-hura-hura, menjauhi minuman keras dan narkoba, tidak berselingkuh, dan jauh dari tindak kriminal.
Sekarang, dunia berharap pada kiprah para intelektual dan pesohor mualaf ini untuk membantu mengubah gambaran negatif tentang Muslim, terutama di media Barat. Di sisi lain, membantu mengurai radikalisme di kalangan anak-anak muda Muslim yang tak dipungkiri, tumbuh di banyak negara.

Joseph Cohen, Kisah Yahudi Fanatik menjadi Muallaf


Ketika kartun South Park edisi ke-200 yang menjadikan Rasulullah (saw) bahan guyonan dengan mengenakan kostum beruang, ada seorang pemuda yang sangat marah,   Yousef al-Khattab. Ia bahkan secara spontan melontarkan pernyataan agar orang-orang di balik kartun itu berhati-hati, karena bisa jadi mereka akan menjadi sasaran kemarahan umat Islam seperti halnya sutradara Theo Van Gogh di Belanda yang tewas ditikam.

Ucapannya kemudian ditulis di berbagai media sebagai �Bentuk ancaman kelompok radikal Islam terhadap para kreator South Park�. Bahkan karena berita ini pula, produser kartun menghapus edisi �konyol-konyolan� itu.

Siapa Yousef al-Khattab? Tak banyak yang tahu. Orang hanya melihatnya sebagai Muslim taat yang �gampang tersulut� jika Nabinya dilecehkan.

Yang sebenarnya, Yousef adalah mualaf bernama asli Joseph Cohen seorang Yahudi fanatik warga Amerika Serikat. Sebelum kembali tinggal di Amerika Serikat, dia adalah anggota kelompok garis keras Yahudi di Tepi Barat.

Di sana, ia aktif memperjuangkan perluasan permukiman Yahudi di negara itu. Dia pindah ke Israel karena dorongan keyakinannya yang kuat pada ajaran Yahudi. Dia sangat yakin, hijrah dirinya itu akan membuat keyakinan agamanya kian tebal.

Pindah dari Amerika, Cohen kemudian menetap di pemukiman Yahudi di Gush Qatif di Gaza. Setelah tiga tahun menetap di rumah barunya, tanpa diduga, Cohen berbincang dengan seorang Syaikh asal Uni Emirat Arab via internet. Perbincangan itu ternyata membuka pintu dialog antara dirinya dengan tokoh Muslim tersebut.

�Saya menghabiskan waktu berjam-jam dengan Syekh, berdiskusi tentang teologi,� tuturnya ketika diwawancarai Israel TV beberapa waktu lalu.

Keduanya lantas asik terlibat dalam dialog teologi meski dijalin secara berjauhan melalui internet. Rupanya, dialog itu secara perlahan menuntun Cohen pada cahaya Islam. Hatinya seperti mulai terbuka untuk menerima hidayah. Ia pun mencoba membaca Alquran, kitab suci umat Islam. Lambat-laun, pandangan Yusuf tentang Yudaisme mulai berubah. Dalam penilaiannya, Yudaisme setali tiga uang dengan rasisme.

Hingga kemudian, dia benar-benar memutuskan untuk mengucap dua kalimat syahadat setelah yakin akan kebenaran Islam yang disampaikan oleh Syaikh itu melalui proses dialog. Bahkan tanpa ragu, dia kemudian mengganti namanya dengan Yousef al-Khattab.

Saat itu juga, Yusuf mengatakan pada istrinya, Luna, jika dia ingin pindah agama, memeluk Islam. Sebagaimana dirinya, Luna juga merupakan seorang Yahudi fanatik.

�Dengar sayang,� kata Yusuf.

�Aku sangat mencintaimu, namun aku harus jujur padamu��

�Aku membaca Alquran, dan sangat setuju dengan apa yang termuat di dalamnya. Dan jika harus mengatakan bahwa aku seorang Yahudi religius, maka aku adalah pembohong,� tegasnya pada sang istri.

Rupanya Luna tidak kaget dengan kata-kata suaminya. Bahkan, ia pun mendukung keputusan Yusuf. Alhamdulillah, langkah Cohen yang telah berganti nama menjadi Yousef itu diikuti oleh istri dan empat orang anaknya. Mereka mengikut keputusannya dan bersama-sama untuk menjadi mualaf.

Keluarga ini pun pindah dari Netivot ke lingkungan Arab di Yerusalem Timur. Anak-anak mereka tak lagi belajar Taurat. Padahal di sekolah, mereka termasuk murid-murid menonjol dalam pelajaran tersebut.

�Kini, anak-anak belajar Alquran,� kata Yusuf.


Namun tidak halnya dengan keluarga besarnya. Keluarganya yang dikenal taat pada ajaran Yahudi tak lagi mau mengakui dirinya. Keluarganya tak suka melihatnya masuk Islam. Apalagi Yousef kemudian aktif berdakwah di kalangan Yahudi.

"Saya sudah tidak lagi berhubungan dengan keluarga saya. Kita tidak boleh memutuskan hubungan kekeluargaan, tapi pihak keluarga saya adalah Yahudi dengan entitas ke-Yahudi-annya. Saya tidak punya pilihan lain, selain memutuskan kontak untuk saat ini. Kata-kata terakhir yang mereka lontarkan pada saya, mereka bilang bahwa saya barbar," ujar Yousef menceritakan hubungan dengan keluarganya suatu ketika.

Yousef tak sekadar menjadi Muslim. Dia memutuskan untuk menjadi pendakwah bagi kalangan Yahudi. Dia mengakui, berdakwah di kalangan Yahudi bukan pekerjaan yang mudah.

Pertama kali yang harus dilakukan untuk mengenalkan Islam adalah, bahwa hanya ada satu manhaj dalam Islam yaitu manhaj yang dibawa oleh Rasululullah SAW yang kemudian diteruskan oleh para sahabat dan penerusnya hingga sekarang.

"Cara yang paling baik untuk membuktikan bahwa Islam adalah agama untuk semua umat manusia adalah dengan memberikan penjelasan berdasarkan ayat-ayat Alquran dan yang membedakan antara umat manusia adalah ketaqwaannya pada Allah semata," tuturnya.

"Islam bukan agama yang rasis. Kita punya bukti-bukti yang sangat kuat, firman Allah dan perkataan Rasulullah SAW. Kita berjuang bukan untuk membenci kaum kafir. Kita berjuang hanya demi Allah semata, untuk melawan mereka yang ingin membunuh kita, yang menjajah Tanah Air kita, yang menyebarkan kemungkaran dan menyebarkan ideologi Barat di negara kita," sambungnya.

Berdasarkan pengalamannya, dia melihat dasar ajaran agama Yahudi sangat berbeda dengan Islam. Perbedaan utamanya adalah dalam masalah tauhid. Agama Yahudi, kata Yousef, percaya pada perantara dan perantara mereka adalah para rabbi. Orang-orang Yahudi berdoa lewat perantaraan rabbi-rabbi.

"Yudaisme adalah kepercayaan yang berbasiskan pada manusia. Berbeda dengan Islam, agama yang berbasis pada Alquran dan Sunnah. Di semua masjid di seluruh dunia, Alquran yang kita dengarkan adalah Alquran yang sama," katanya.

Selain itu, Yousef mengungkapkan, Yahudisme juga berpatokan pada 'tradisi oral', misalnya kitab Talmud yang disusun berdasarkan informasi dari mulut ke mulut yang kemudian dibukukan. Sehingga keabsahan kitab tersebut bisa dipertanyakan. 

Menurutnya, kitab Taurat yang diyakini kaum Yahudi sekarang memiliki sebelas versi yang berbeda dan naskah-naskah Taurat itu bukan lagi naskah asli.

"Alhamdulillah, Allah memberikan rahmat pada kita semua dengan agama yang mudah, di mana banyak orang yang bisa menghapal Alquran dari generasi ke generasi," jelasnya seraya mengatakan dialog merupakan cara terbaik dalam berdakwah di kalangan Yahudi.

Belakangan, Ia kembali ke Amerika Serikat. Ia mendirikan organisasi bagi para pemuda Muslim yang sebagian anggotanya adalah mualaf. Namun, organisasinya kadang dicap sebagai kelompok garis keras.

Ia mengakui, berdakwah tentang Islam di kalangan orang-orang Yahudi bukan pekerjaan yang mudah. Menurutnya, yang pertama kali harus dilakukan dalam mengenalkan Islam adalah, bahwa hanya ada satu manhaj dalam Islam yaitu manhaj yang dibawa oleh Rasululullah SAW yang kemudian diteruskan oleh para sahabat-sahabat dan penerusnya hingga sekarang.

�Ini adalah risiko lain berdakwah,� ujarnya.

Selain itu, Yusuf juga sangat mendukung Hamas. Dan ia percaya, bahwa negara Islam harus didirikan di mana Israel dan Palestina kini berada. Yousef tak ingin lagi mengucap kata Israel. Ia bahkan menyebut tanah yang diduduki Israel sebagai wilayah Palestina.

Joseph Cohen, Yahudi Fanatik yang Memeluk Islam

Kini, Yusuf tak ingin lagi dikaitkan dengan masa lalu Yahudi-nya. Ia menegaskan dirinya 100 persen adalah Muslim.

"Berbahagialah Engkau, Tuhan Allah kami," ujarnya memarodikan doa seperti penganut Yahudi, Namun ia mengakhirinya dengan, "Untuk tidak menjadikanku seorang Yahudi."

Bocah TK Amerika Menuntun Gurunya Menjadi Mualaf

12Ini kisah satu keluarga Muslim di negara USA (Amerika Serikat). Dalam keluarga muslim tersebut setiap hari diadakan kegiatan ta'lim, yaitu dibacakan firman-firman Allah SWT. dan hadits-hadits Rasulullah SAW. untuk mendorong gairah keluarga dalam beramal shaleh. Dan setiap malam, kadang bapak, kadang ibu, membacakan kisah-kisah kehidupan sahabat-sahabat Nabi SAW. Baik itu perkara akhlaq, perjuangan di jalan Allah, semangat menuntut ilmu, dsb.

Dan tentunya dengan izin Allah kisah-kisah kehidupan para sahabat begitu berkesan dalam hati si anak ini. Si anak waktu itu masih duduk di bangku setingkat TK kalau di negara kita.

Suatu hari guru pengajar, yang notabene non muslim bertanya pada semua murid-muridnya, "Apa cita-cita kalian kalau sudah besar nanti?"

Maka setiap murid menjawab sesuai dengan kefahamannya masing-masing.

Anak 1 berkata, "Saya ingin menjadi pilot"
Anak 2 berkata, "Kalau saya ingin jadi dokter"
Anak 3 menyahut, "Aku pingin jadi superman! Kuat dan bisa terbang."

Dan seterusnya hingga tiba pada anak muslim ini.

Dia menjawab, "Aku ingin seperti sahabat!" (sahabat Nabi SAW.--red)

Maka, guru yang bertanya bingung, apa maksudnya kata sahabat, sebuah istilah yang asing. Si guru berfikir, mungkin anak ini belum mendengar atau memahami pertanyaan guru dengan jelas, maka guru mengulangi pertanyaannya lagi.

"Nanti kalau sudah besar ingin jadi apa?"

Si Anak muslim menjawab lagi, "Bu Guru, Saya ingin seperti sahabat."

Si Guru mulai kebingungan dan menanggapi dengan serius problem dari anak ini... maka dengan segera seusai mengajar di kelas si guru menelpon orang tua si anak ini, dan minta izin berkunjung ke rumahnya untuk mendiskusikan perihal tanya jawab tadi di kelas.

Akhirnya si Guru sampai di rumah keluarga anak muslim ini. Maka Guru tersebut dilayani oleh si Ibu anak muslim ini. Si guru menanyakan perihal pertanyaan cita-cita pada muridnya, tapi kok si anak ini menjawabnya dengan istilah "sahabat", dan menanyakannya pada ibu si anak ini.

Sang Ibu dengan hikmah menerangkan maksud dari sahabat, sampai menyampaikan perkara Islam, manfaat Islam, dsb. Maka guru non muslim yang semula terheran-heran jadi terkesan, begitu indahnya kehidupan Islam yang diamalkan para sahabat Nabi SAW. Maka si Guru ini langsung bersyahadat saat itu juga. Allahu Akbar.

Ibu dan Anak yang Sama-sama Mencari 'Tuhan' dan Menemukannya dalam Islam

 Biasanya di Barat, adalah anak dan bukan orang tuanya yang menjadi mualaf. Tidak demikian dengan Aisha dan Phildel, anaknya. Aisha, keturunan Irlandia, suatu hari memutuskan bahwa dia harus memeluk Islam apapun resikonya. termasuk, kemungkinan akan membuat Phildel, putri semata wayangnya, kecewa.

Di sisi lain, Phildel merasakan hal yang sama. Pencariannya tentang Tuhan, berujung pada Islam. Berikut kisah keduanya:


Aisha: Aku dilahirkan dalam sebuah keluarga Katolik Roma di Dublin pada tahun 1960-an. Sementara Dublin tampak seolah 'terjebak' di abad ke-19, tepat di seberang Laut Irlandia budaya hippie tumbuh subur di London. Sebagai seorang anak, saya bertanya banyak pertanyaan selama pendidikan di sekolah biara. Diskusi agama selain Katolik Roma atau "kejahatan Protestantisme" benar-benar tidak ada.

Pada usia 16 tahun aku meninggalkan Dublin dan datang ke London. Aku larut dalam kebiasaan anak muda  yang 'normal' di kota itu: melakukan kunjungan rutin ke pub dan klub. Tapi aku melihat teman-temanku selalu depresi.

usia 20-an tahun, aku memutuskan menikah dan melahirkan putri pertamayang jelita, Phildel. Aku sangat senang tetapi sering merasa seperti sebuah pasak persegi di lubang bundar; seolah-olah aku masih belum menemukan tempat yang tepat bagiku.

Suatu hari aku berbicara dengan seorang wanita mengenakan jilbab. Dia bilang dirinya Muslim dan itu adalah pertama kalinya aku pernah mendengar kata itu. Pada perkembangan berikutnya, di tempat kerja, saya mengenal beberapa Muslim dan mereka mulai bercerita lebih banyak tentang Islam.

Suatu malam aku menemukan diriku berjalan di jalanan dengan Phildel di bawah hujan dan tak tahu harus kemana, setelah bertengkar hebat dengan suamiku dan kami diusir. Aku ingat mengangkat mataku ke langit dan memohon pada Tuhan untuk membantuku entah bagaimana atau memberiku suatu pertanda kalau Dia ada. Entah bagaimana caranya, kami sampai di sebuah rumah yang ternayata milik perempuan berjilbab yang pertama kali aku mengenal Islam darinya!

Setelah menemukan rumah sendiri, aku mulai belajar Islam. Lama aku mempelajarinya, sebelum akhirnya yakin, Islamlah agama yang pas buatku. Phildel membuatku maju-mundur untuk bersyahadat, namun akhirnya aku kuatkan hati dan menjadi Muslim. Aku kini sudah menikah lagi dengan pria Muslim dan memiliki seorang anak dengannya, Amina namanya.

Phildel, yang aku besarkan sebagai seorang Katolik Roma sampai perceraianku, tanpa aku sadari sangat antusias tentang Islam dan mengatakan syahadat sendiri. Dia kemudian memilih nama Zara. Phildel kini memilih tinggal dengan ayahnya.


Phildel: ibuku dan aku sangat dekat, tidak ada seorang pun di dunia ini yang aku cintai selain dia. Pada tahun-tahun menjelang perceraian orang tuaku, kami menghabiskan lebih banyak waktu di sekitar keluarga Muslim.

Setelah perceraian kehidupan kami menjadi semakin sulit; pernikahan orang tuaku mencapai titik yang paling bergolak dan aku lebih dari lega ketika seluruh cobaan berat itu berakhir. Aku menandai perubahan yang positif dalam diri ibu dan ayah saya segera setelah mereka berpisah. Saya pikir sekitar waktu ini ibu saya mengalami pengalaman yang membangkitkan semangat luar biasa di rumah seorang teman dan kemudian menjadi seorang Muslim.

Aku? Meskipun aku tidak pernah dipaksa untuk menjadi seorang Muslim, saya menyadari langkahku menjadi Muslim adalah hasil pengaruh lingkungan. Aku tumbuh di sekitar keluarga Muslim, maka secara tak langsung pikiranku ternegaruh. Itulah sebabnya, setelah bersyahadat, aku sempat kembali ke agama lama; hanya untuk meyakinkanku agama apa sebetulnya yang dipilih hatiku.

Kini aku tinggal terpisah dari ibu - aku tinggal bersama ayah kandungku - dan berpikir Islam adalah agama yang indah. Aku senang membantu di masjid dan berbicara dengan saudara-saudara Muslimku. Kurasa aku hanya ingin mengalami sesuatu yang membuatku tahu ini adalah arah yang perlu aku ambil, arah yang benar, yaitu menjadi Muslim.

Jadi sampai sekarang aku masih belajar.

Yudi Mulyana Mantan Pendeta Militan Cirebon

Yudi Mulyana Mantan Pendeta Militan Cirebon

Sejak memeluk Islam, ia ingin bertemu ketiga anaknya yang dibawa pergi keluarganya.

Suara azan Subuh menyayat-nyayat hati Yudi Mulyana, pendeta yang juga staf pengajar agama Kristen di sebuah sekolah dasar di Cirebon, pagi itu. Jantungnya berdegup kencang. Ia limbung dan roboh.

''Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya pagi itu,'' ujarnya sambil menceritakan kejadian di pengujung Agustus 2008. Padahal, ia memang terbiasa bangun pagi, berbarengan Subuh. Melakukan doa pagi dan membaca Alkitab adalah aktivitas rutinnya membuka hari.

Namun pagi itu, ia seolah lumpuh. Meski panik, ia mencoba tenang. Yudi membuat banyak asumsi untuk menghibur diri. Namun, tak satu pun mampu menolongnya. Hatinya menjadi tenang setelah membuka saluran televisi menyaksikan acara zikir yang dipimpin oleh Ustaz Arifin Ilham. Ia berkomat-kamit mengikuti zikir yang dibacakan jamaah Arifin di layar televisi. ''Tuhan, apa yang terjadi dengan diri saya,'' tuturnya. Kalimat Thayyibah menenteramkannya hingga ia bisa bangkit dan kembali berjalan.

Yudi mencari permakluman bahwa fisiknya terlalu capek. Kuliah S-2 Teologi di sebuah perguruan tinggi di Bandung, sementara dia tinggal di Cirebon, menyita perhatian dan energinya. ''Besok juga sembuh,'' pikirnya kala itu.

Namun, kendati fisiknya sudah segar, ia kembali mengalami peristiwa yang sama keesokan harinya. Bahkan, setiap kali mendengar suara azan, tubuhnya bergetar. Di waktu lain, hatinya gelisah setiap kali menyentuh Alkitab.Pada pekan yang sama, ia menemui Ustaz Nudzom, putra ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Cirebon. Ia menceritakan pengalamannya. Komentar Nudzom saat itu, ''Anda mendapat hidayah.''Mendengar jawaban itu, hati Yudi berontak. ''Tuhan, saya tak ingin menjadi Muslim,'' ujarnya.

Bersyahadat

Pengalaman di ujung fajar itu selalu menghantui pikiran Yudi. Ia makin merasa tak nyaman berada di gereja. Anehnya, hatinya menjadi adem saat melintas di depan masjid atau secara diam-diam masuk ke area masjid. Puncaknya, tanggal 7 Agustus 2008 saat sedang mengajar, ia mendengar suara azan seolah berkumandang di telinganya. ''Timbul keinginan yang kuat dari dalam diri saya untuk membaca syahadat,'' ujarnya.

Ia segera menemui Dra Hj Sri Hayatun, kepala sekolah tempatnya mengajar. Sri keheranan dengan sikap Yudi. Di Cirebon, ia dikenal sebagai guru dan pendeta militan. Sepak terjangnya selama ini membuat ratusan Muslim sukses dimurtadkan (keluar dari Islam). Dia kemudian diantar ke Kantor Departemen Agama Kota Cirebon. Bahkan, salah seorang pejabat di kantor itu menyarankannya untuk pulang dan berpikir sungguh-sungguh. ''Berpindah keyakinan bukan perkara main-main,'' kata pejabat Depag tersebut sebagaimana ditirukan Yudi.

Namun, tekadnya sudah bulat. Bahkan, telepon mamanya yang meminta Yudi untuk mengurungkan niatnya, diabaikannya. ''Meski saya menjadi Muslim, saya tetap akan menjadi anak mama,'' jelasnya kepada perempuan yang melahirkannya di ujung telepon.

Maka siang itu, dibimbing oleh KH Mahfud, ia bersyahadat. Dan, berita pendeta menjadi Muslim segera tersebar ke seantero kota. Saat pulang, ia menjumpai rumahnya sudah kosong. Istrinya yang mendengar kabar itu segera mengungsikan diri dan anak-anaknya ke Indramayu. Surat cerai dilayangkan dua bulan kemudian.

Lima Hal

''Saya melakukan pencarian teologis setelah saya bersyahadat,'' kata Yudi. Ia memulai dengan pertanyaan, Apakah ajaran semua agama sama? Kalau sama, harus jelas di mana persamaannya dan pasti. Kalau ada yang berbeda, juga harus jelas perbedaannya.

Dari hasil penelusurannya, sedikitnya Yudi menemukan ada lima persamaan ajaran agama-agama besar, yaitu harus menyembah Tuhan; mengenal konsep dosa; hidup adalah mencari jalan ke surga; harus berbuat baik; dan ada kehidupan setelah kematian. Setelah diteliti lagi, kata dia, ternyata hanya temanya saja yang sama, tetapi ajaran dan konsepnya berbeda.

''Saya mulai bertanya, jadi Tuhan itu satu atau banyak?'' ujarnya. Maka, ia mempersempit persoalan, hanya tentang konsep keesaan Tuhan dan soal pengampunan dosa. Ajaran Islam dan Kristen tentang kedua hal itu pun dipersandingkan.Dalam Kristen, Adam dan Hawa yang terusir dari surga meninggalkan dosa warisan bagi anak cucunya. ''Berarti proses pengampunan Tuhan tidak tuntas,'' ujarnya. Padahal, Tuhan tentulah bukan pendendam seperti sifat makhluk-Nya.

Dalam Islam, ia menemukan hal yang beda. Manusia terlahir dalam kondisi fitrah. Dia menjadi khalifah Tuhan di muka bumi dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.Ia juga dibuat terkagum-kagum dengan asmaul husna . ''Tuhan itu satu, tapi Dia mempunyai 99 nama yang melambangkan sifat-Nya,'' ujarnya.'Perilaku Tuhan' dalam Islam, kata dia, melambangkan nama-nama itu. '' Kenapa Allah menghukum, karena dia mempunyai sifat Adil. Namun, Dia juga pemaaf Ghafurjuga rahman dan rahim,'' tambahnya.Ia makin yakin dengan pilihannya. ''Hanya Islam yang konsep ketuhanannya bisa dipahami secara rasional,'' ujarnya.

Giat berdakwah

Kini, hari-hari Yudi Mulyana diwarnai dengan berbagai kesibukan dakwah. Dia memberi testimoni dalam dakwahnya ke berbagai kota di Indonesia. Saat Republika menemuinya di Jakarta, Yudi baru beberapa hari pulang umrah. Sebelumnya, ia selama seminggu berada di Provinsi Riau.''Saya ingin menebus dosa-dosa saya telah memurtadkan sekian banyak orang dengan menjadi pendakwah,'' ujarnya.

Ia menyebarkan pesan-pesan Islam kepada siapa saja yang ditemuinya. ''Saya selalu bilang, Anda semua beruntung menjadi Muslim sejak awal. Islam itu agama agung yang ajarannya sangat masuk akal.''Dia mencontohkan dirinya, yang harus kehilangan keluarga karena pilihannya menjadi Muslim. Bukan perkara mudah, karena selama lebih dari 10 tahun perkawinannya, tak pernah ada gejolak dalam rumah tangganya. ''Kami keluarga yang hangat,'' ujarnya.

Yudi selalu berkaca-kaca kalau menceritakan anak-anaknya. Dia dan anak-anaknya kini dipisahkan. Meski kini dia telah memiliki keluarga baruia menikah dengan seorang Muslimah asal Cirebonkerinduan pada buah hatinya tak pernah pupus.Ada satu mimpinya, Yudi ingin menjadi imam shalat bagi ketiga buah hatinya. ''Saya ingin sekali ketemu mereka dalam Islam,'' ujarnya terbata-bata.

Mengkristenkan Orang dalam 1,5 Jam

Yudi Mulyana termenung sejenak ketika ditanya orang Islam yang berhasil dimurtadkannya. ''Sudah tak terhitung jumlahnya,'' jelasnya. Apalagi, mereka yang berhasil dimurtadkan itu biasanya juga aktif melakukan pemurtadan terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya. Sebelum menempuh pendidikan S-2, aku Yudi, metode yang dikembangkan untuk memurtadkan orang masih menggunakan metode konvensional. ''Bersahabat, membantu, lalu diajak masuk Kristen. Itu cara yang sudah sangat kuno,'' ujarnya.

Ia dan rekan-rekannya kemudian mengembangkan sistem baru untuk menarik jamaah. Caranya adalah dengan 'masuk' ke alam pikiran orang yang bersangkutan, mengguncangkan keimanannya, dan mengajaknya kepada cahaya, agama baru yang dibawanya.

Secara khusus, Yudi mendalami dan mengembangkan teori untuk menarik remaja dan anak-anak berpindah keyakinan. Untuk anak SD, misalnya, ada metode yang disebutnya 'Buku Tanpa Kata'. Dalam buku itu, hanya ada lima warna yang menyimbolkan keyakinan. Sampai di satu titik, sang anak akan dibimbing pada satu warna yang merujuk pada agama yang ditawarkannya. Dan, hanya dalam waktu singkat, ia berhasil memurtadkan anak-anak itu. ''Hanya dalam 1,5 jam saja, mereka sudah siap untuk meninggalkan agama lamanya,'' jelasnya.

Bersama komunitasnya, Yudi aktif mengembangkan metode-metode baru Kristenisasi. Motode ini lahir dari beragam praktik yang dilakukan di lapangan. ''Secara berkala kami berkumpul untuk melakukan evaluasi.''Demi mengemban misi 'menggarap' anak-anak pula, Yudi rela untuk menjadi pegawai negeri dan mengajar di sekolah dasar. ''Sungguh, awalnya saya stres mengajar anak-anak. Biasanya saya mengajar mahasiswa dan para misionaris dewasa,'' tambahnya.

Namun, Yudi dinilai sukses mengemban misi itu. Anak-anak yang berhasil dimurtadkannya, disiapkan untuk menjadi misionaris kecil. Biasanya, begitu masuk kelas 4 SD, mereka diberi materi-materi dasar. ''Begitu mereka kelas 5 dan 6 SD, mereka mulai militan. Mereka sudah bisa menarik teman-teman sebayanya untuk pindah agama,'' jelasnya.

Ia saat itu meyakini, tugas menyebarkan agama bukan hanya tugas rohaniawan, tapi juga seluruh jamaah. ''Jadi, yang awam pun harus dimobilisasi untuk menjadi penyebar agama,'' jelasnya.Dasar pemikirannya, kata Yudi, sederhana saja, yaitu bahwa seekor domba itu hanya akan lahir dari domba juga, bukan gajah atau yang lain. ''Jadi, yang bisa mengajak seseorang kepada iman yang kami yakini saat itu, ya orang dari komunitas itu,'' katanya.

Maka, selain anak-anak SD, ia juga mengader tukang becak, buruh pabrik, hingga karyawan. ''Merekalah yang nantinya akan menjadi penyeru di lingkungan mereka,'' tambahnya.Ia juga menemukan sendiri metode yang disebutnya 'aliran hidayah'. Intinya, setiap hari ia mewajibkan dirinya untuk bercerita tentang ajaran agamanya saat itu. Perkara orang yang diajak bercerita itu berpindah agama atau tidak, biarkan hidayah yang bicara. ''Dalam satu hari, saya harus menyiarkan syalom minimal pada satu orang,'' ujarnya.

Setiap Muslim itu dai

Kini, setelah menjadi Muslim, metode yang ditemukannya itu pun digunakannya. Dalam sehari, minimal ia berdakwah pada satu orang. ''Kata ajaran agama kita, sampaikan walau hanya satu ayat,'' ujarnya mengutip hadis Nabi SAW.Menurutnya, tak harus menjadi dai untuk bisa mendakwahkan Islam. Setiap Muslim, kata dia, bisa menjadi penyeru (dai). ''Setiap Muslim adalah misionaris bagi agamanya,'' ujarnya.

Ia mengkritik lemahnya umat Islam dalam soal ini. Semestinya, setiap Muslim menjadi public relation bagi agamanya, karena sesungguhnya hanya Islam-lah agama yang konsep ketuhanannya bisa dipertanggungjawabkan, bahkan secara rasional. ''Jangan hanya karena yang lain dan dengan alasan menegakkan toleransi, mereka justru mendangkalkan akidahnya sendiri,'' ujarnya.

Bocah Bahrain Membawa Jermaine Jackson Menjadi Mualaf

�Semoga Allah selalu menyertaimu Michael (Jackson), i love you �.� Sepenggal kalimat itu terlontar dari mulut Jermaine La Jaune Jackson, saudara tertua Raja Pop dunia, Michael Jackson.
Bukan tanpa alasan Jermaine melontarkan kalimat tersebut. Sebab, ia adalah seorang pemeluk agama Islam yang telah menjadi mualaf sejak 1989.
Dan sejak menjadi penganut agama Islam, Jermaine Jackson berganti nama menjadi Muhammad Abdul-Aziz Jackson.
Ucapan terakhir Jermaine itu, seperti dilansir situs BBC News, merupakan pernyataan resmi pertama sekaligus menjadi ucapan perpisahan dari pihak keluarga Jackson atas meninggalnya Michael Jackson di Los Angeles pada 25 Juni lalu.
Persentuhan Jermaine dengan agama Islam bermula dari kunjungannya ke beberapa negara di Timur Tengah. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka tur promo musik yang dilakukan bersama saudara perempuannya. Salah satu negara yang dikunjunginya adalah Bahrain. Selama di Bahrain, diakui Jermaine, dia merasa nyaman.
�Kami diterima dengan hangat oleh masyarakat di sana. Bahkan, saya sempat bertemu dan mengobrol dengan anak-anak Bahrain tentang segala hal,� paparnya.
Pada saat melakukan interaksi inilah anak-anak tersebut menanyakan perihal agama kepada musisi kelahiran Gary, Indiana, Amerika Serikat, 11 Desember 1954 itu. Dengan spontan Jermaine menjawab bahwa ia adalah seorang pemeluk Kristen. Sebaliknya, pertanyaan serupa juga dilontarkan Jermaine kepada anak-anak tersebut, yang dijawab mereka dalam satu suara: Islam.
Jawaban tersebut sontak membuatnya terheran-heran. Kemudian anak-anak tersebut, ungkap Jermaine, menceritakan kepadanya tentang Islam. Para bocah kecil itu memberikan informasi seputar Islam sesuai dengan pemahaman yang dimiliki anak seusia mereka.
�Suara mereka memperlihatkan kepada saya bahwa mereka sangat bangga terhadap Islam. Bermula dari sinilah saya tertarik untuk mengenal Islam lebih jauh.�
Tidak lama berselang setelah kunjungannya ke Bahrain, Jermaine memutuskan untuk menemui para cendekiawan dan ulama Muslim dan belajar mengenai Islam dengan mereka. Berbagai tanda tanya besar dan keraguan akan keyakinan yang dianutnya selama ini memenuhi pikirannya saat itu.
Bagaimana mungkin selama ini dia bisa meyakini kitab suci yang ternyata kitab itu disusun oleh banyak orang. Demikian juga dengan penjelasan mengenai hakikat Tuhan yang tidak banyak ia temukan dalam Kitab Injil.
???
Jermaine berusaha untuk menghibur dirinya sendiri. Tetapi, semua usahanya ini tidak berhasil. Yang terjadi justru sebaliknya, ia semakin yakin untuk beralih ke Islam.
Keinginannya tersebut ia sampaikan kepada salah seorang teman keluarganya yang kebetulan seorang Muslim, Qunber Ali. Atas ajakan Qunber juga akhirnya Jermaine pergi mengunjungi Riyadh, ibu kota Arab Saudi. Dari Riyadh, atas undangan pihak keluarga Kerajaan Arab Saudi, Jermaine melanjutkan perjalanan menuju Makkah untuk melakukan umrah.
�Saat itu saya belum mengetahui banyak mengenai Islam. Tetapi, untuk pertama kalinya saya sampaikan kepada publik bahwa saya telah menjadi Muslim,� ujarnya.
Selama menetap di Arab Saudi, Jermaine banyak mempelajari tentang Islam dari kitab suci Alquran. Selain itu, ia juga berguru kepada para ulama setempat. Tidak hanya dari para ulama, pengetahuan mengenai Islam juga ia dapatkan dengan mendengarkan kaset-kaset yang dirilis oleh penyanyi pop asal Inggris, Cat Stevens, yang telah menjadi seorang mualaf dan mengganti namanya menjadi Yusuf Islam.
�Saya belajar banyak dari lagu-lagu dia (Yusuf Islam),� tukas anak keempat dari sembilan bersaudara keluarga musisi Jackson.
Setelah masuk Islam, diakui Jermaine, dirinya merasa seperti dilahirkan kembali. Ia menemukan jawaban atas berbagai pertanyaan yang selama ini tidak bisa ia temukan dalam ajaran Kristen.
Menurutnya, hanya Islam yang benar-benar memberikan jawaban yang memuaskan atas pertanyaannya mengenai kelahiran Yesus. Dan, untuk pertama kalinya, ungkap Jermaine, dia merasa yakin dengan apa yang namanya agama.
???
Sekembalinya ke Amerika Serikat, Jermaine menemukan kondisi pahit mengenai Islam. Media-media massa di negaranya pada saat itu sedang gencar-gencarnya melakukan propaganda kejam terhadap Islam dan umat Islam.
Bahkan, ia sempat menjadi salah satu sasaran dari propaganda yang dilancarkan oleh media massa di Amerika. Sentimen negatif terhadap Islam dan pemeluknya juga dilancarkan oleh rekan-rekannya sesama seniman dan artis Hollywood. Kalangan Hollywood tersebut kerap menjelek-jelekan umat Islam dengan menuduh mereka sebagai sekelompok teroris dengan tanpa alasan yang jelas. �(kondisi) Ini membuat saya sedih.�
Untuk menghapus stigma negatif itu, sebagai seorang Muslim, Jermaine melakukan berbagai upaya agar apa yang digambarkan oleh kalangan media massa di Amerika mengenai Islam dan pemeluknya adalah salah. Pengertian yang sama juga ia sampaikan kepada seluruh anggota keluarganya.
�Setelah menjadi Muslim, saya merasakan adanya perubahan besar di dalam diri saya. Saya mulai meninggalkan semua hal yang dilarang dalam Islam. Dan, ini tentunya sulit diterima oleh keluarga. Terlebih lagi setelah berbagai macam kecaman dilayangkan kepada keluarga besarnya.�
Dari pihak keluarga, yang pertama kali menegur Jermaine adalah sang ibu, Catherine Jackson.
�Kamu (telah) mengambil keputusan ini secara tiba-tiba, atau telah memikirkannya masak-masak?� ujar Jermaine mengutip perkataan Catherine kala itu. Kepada ibunya, Jermaine dengan tegas menjawab bahwa semua keputusan ini ia ambil setelah berpikir panjang.
Dengan keputusannya masuk Islam, keluarganya menilai bahwa ia telah memelihara rasa permusuhan di kalangan masyarakat Amerika. Namun, Jermaine merasa yakin kalau keluarganya tidak akan bersikap sama dengan orang-orang Amerika pada umumnya, karena dia tumbuh dan dibesarkan di lingkungan keluarga yang cukup demokratis dan terbuka dengan adanya perbedaan.
�Kami menghargai semua agama, karena itu mengapa keluarga Jackson merasa nyaman berteman dengan orang-orang dari berbagai agama. Dengan alasan itu juga, mereka bisa menerima keputusanku,� terang Jermaine.
Tidak hanya kedua orang tua dan saudara-saudaranya yang bisa menerima keyakinan baru Jermaine, tetapi juga ketujuh orang anak laki-lakinya serta dua anak perempuannya dan istrinya. Bahkan mereka, ungkap Jermaine, mengikuti jejaknya menjadi seorang Muslim. Dari empat orang perempuan, tiga orang di antaranya ia nikahi secara resmi, Jermaine memiliki sembilan orang anak.
Dari mantan istrinya Hazel Gordy ia memperoleh dua anak (Jermaine La Jaune Jackson Jr dan Autumn Jackson). Dari Margaret Maldonado yang tidak ia nikahi, Jermaine memiliki dua anak (Jeremy Maldonado Jackson dan Jourdynn Michael Jackson).
Sementara dari mantan istrinya yang kedua, Alejandra Genevieve Oaziaza, ia mendapatkan tiga anak (Donte Jackson, Jaffar Jackson, dan Jermajesty Jackson). Sedangkan dari istrinya sekarang, Halima Rashid, ia mendapatkan dua anak. ?

Muslim di Las Vegas



Kurangnya sumber daya imam masjid menambah masalah yang dihadapi kaum Muslim di Las Vegas.
�Ada dua saudara kami yang belajar secara otodidak. Mereka bukan imam resmi yang telah belajar di madrasah atau perguruan tinggi Al-Qur�an,� Yusufzai mengatakan.
Salah satu dari mereka adalah penjual roti di kasino, membuat kue-kue, dan juga bekerja pada sebuah pabrik bagel. Yang satunya lagi bekerja sebagai kurir dan pengemudi taksi.
Hidup di tengah-tengah kota penuh dosa, Yusufzai belajar untuk tidak dengan mudah menghakimi orang lain.
�Muslim lain bertanya tentang perasaan saya terhadap bartender dan pekerja kasino yang ikut shalat berjama�ah di masjid ini ��
�Saya katakan kepada mereka, kita semua akan menemui ajal kita masing-masing. Saya tidak bisa menghakimi orang-orang tersebut.�
�Meski begitu, saya katakan kepada mereka bahwa apa yang mereka lakukan itu salah, tapi saya tidak bisa menghentikan seseorang untuk melakukan sesuatu. Amerika Serikat adalah rumah bagi Muslim minoritas, antara 6 sampai 8 juta orang.� Yusufzai menjelaskan.

�Yesus� Menjadikan Saya Mualaf

 
Tiga belas tahun yang lalu Vicente Mota Alfaro adalah salah seorang pemeluk Kristen yang taat yang secara rutin mendatangi kelas Minggu dan membaca Injil setiap harinya.
Namun hari ini, dia tidak hanya seorang Muallaf, namun dia adalah Imam Masjid dari Pusat Kebudayaan Islam Valensia (CCIV).
Selain merupakan Muallaf pertama yang dipersilakan mengimami setiap kali sholat berjamaah, dia juga merupakan anggota Dewan Kepengurusan CCIV sejak 2005.
Pemimpin kelompok Muslim Valensia menetapkan Alfaro sebagai Imam besar, dan berterima kasih atas kerja kerasnya.
�Dia pantas kami pilih karena kehebatan pengetahuan agamanya�, kata El-Taher Edda Sekretaris Umum Liga Islam bagian Dialog dan Perdamaian.
Dia meyakini Alfaro telah menyebarkan pesan yang nyata mengenai Muallaf yang bergabung dalam kekuatan Islam.
Beberapa media setempat tidak lama lalu melaporkan adanya peningkatan jumlah Muallaf di Spanyol, tanpa adanya pertentangan dari pihak manapun.
Diperkirakan Muslim Spanyol berjumlah 1.5 juta dari 40 juta penduduk keseluruhan. Islam merupakan agama terbesar kedua setelah Kristen.
Ketika masyarakat bertanya kepada Alfaro bagaimana dia dapat menjadi seorang Muallaf, dia akan memberikan jawaban yang sederhana.
�Allah telah menjadikan Islam sebagai agama dan hidupku�, katanya mantap.
Saat itu Alfaro berusia 20 tahun dan masih berkuliah ketika dia memutuskan untuk menjadi Muallaf.
�Saya membaca Al-Quran, saya menemukan kebenaran tentang Nabi Isa dan saya putuskan menjadi Muallaf�.
Pada awalnya dia adalah seorang pemeluk Kristen yang taat.
�Dulunya saya rutin pergi ke Gereja tiap Minggu dan membaca Injil setiap harinya�.
�Pada saat itu saya tidak tahu sama sekali mengenai Islam�.
Dia mempunyai seorang tetangga Muslim Algeria yang memperkenalkannya pada Islam.
�Ketika berbincang-bincang dia mengatakan bahwa seluruh umat manusia adalah keturunan Adam dan Hawa, dan semuanya merupakan anak dari Nabi Ibrahim�, kenangnya.
�Saya terkejut mengetahui bahwa dalam Islam juga mengenal Adam, Hawa, dan Ibrahim�.
Perbincangan tersebut rupanya membuat Alfaro muda semakin ingin mengetahui tentang Islam.
�Selanjutnya, saya meminjam salinan Al-Quran dari perpustakaan�.
Dia membawanya pulang dan membaca salinan Al-Quran tersebut dengan teliti.
Namun titik balik bagi Alfaro datang ketika dia membaca kisah tentang Yesus (Nabi Isa) dan kejadian penyaliban.
�Sebelumnya yang saya ketahui adalah Yesus merupakan anak Tuhan yang diutus ke dunia untuk menebus dosa umat manusia, dan sebetulnya hal tersebut cukup mengganggu saya�.
�Dan saya temukan jawabannya dalam Al-Quran. Yesus tidak pernah disiksa ataupun disalib�.
Muslim meyakini Nabi Isa sebagai salah satu Rasul yang diberi penghormatan lebih.
Dalam Islam, Nabi Isa tidak mengalami penyaliban, namun diangkat ke surga dan akan diturunkan kembali pada akhir zaman untuk memerangi Dajjal Al-Masih dan akan membawa kemenangan dan kejayaan bagi Islam.
Dan kisah tersebut merubah keyakinan Alfaro untuk menjadi seorang Muallaf bernama Mansour.
�Dengan cepat saya menyadari bahwa Al-Quran adalah Kitab Tuhan yang sesungguhnya, dan saya tidak pernah menyesal menjadi seorang Muallaf�.

Daniel Streich , Dahulu Pembenci Masjid, Kini Ia Pencinta Al Quran

Daniel Streich, anggota Partai Rakyat Swiss (SVP) menjadi sosok terkenal. Bukan saja awalnya dia sangat menentang keras pembangunan masjid di negaranya, melainkan dirinya secara mengejutkan berpindah haluan menjadi seorang Muslim.
Situs islamicbulettin.com melaporkan Streich penganut kristen taat. Dia dibesarkan dengan ajaran Kristiani dan semasa kecil pernah bercita-cita menjadi pastur. Namun ketika remaja niatnya berubah. Ia mulai gemar berpolitik dan tanpa ragu terjun langsung menjadi anggota partai ternama di Swiss.
SVP bukan partai sembarangan. Di dalamnya terdiri dari cendekia, ilmuwan, pelajar, dan pegiat bukan dari kalangan Muslim. Partai ini menjadi penentang nomor wahid penyebaran Islam di Swiss. Dan Streich adalah sosok yang paling vokal menyerukan penutupan masjid di seantero Negeri Cokelat ini.
Streich mempropagandakan anti-Islam ke seluruh negaranya. Ia menaburkan benih-benih kemarahan dan cemoohan bagi umat Islam di Swiss. Ia merasa mimbar dan kubah masjid tidak cocok dengan budaya negara itu. Ia juga menuding Islam sebagai agama teroris, pembuat onar, dan kekerasan.
Dalam usahanya menyingkirkan Islam dari Swiss, lelaki ini malah mempelajari Al-Qur�an dan Islam. Ia berharap dengan memahami ajaran Nabi Muhammad itu, dia mampu meruntuhkan iman kaum Muslimin. Yang terjadi, ia malah terpesona dengan ajaran rahmatan lil �alamin ini.
Semakin jauh Streich belajar Islam, semakin tenggelam dia dalam keindahan ad-Din samawi itu. �Banyak perbedaan saya dapatkan ketika mempelajari Islam. Ajaran Islam memberikan saya jawaban logis atas pertanyaan hidup penting, dan tidak saya temukan di agama saya,� katanya.
Presiden Organisasi Konferensi Islam (OKI) Abdul Majid Aldai mengatakan, orang Eropa sebenarnya memiliki keinginan besar mengetahui Islam dan hubungan antara Islam dengan terorisme, sama halnya dengan Streich.
Dulu, Streich sering meluangkan waktu membaca Alkitab dan pergi ke gereja, tapi sekarang ia membaca Al-Qur�an dan melakukan shalat lima waktu setiap hari.
Dia keluar dari SVP dan mengumumkan status Muslimnya. Streich bilang, dia telah menemukan kebenaran hidup dalam Islam yang tidak dapat ia temukan dalam ajaran/keyakinan sebelumnya.

seorang bocah mualaf ditengah keluarga nasrani

Rasulullah saw bersabda: �Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.� (HR. Bukhari)
Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas.
Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat. Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi. Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun.
Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syar�i, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar adzan.
Semua itu tanpa bertemu dengan seorang muslimpun. Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya yaitu Muhammad �Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan Rasulullah saw yang dia cintai sejak masih kecil.
Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. Namun, sebelum wartawan tersebut bertanya kepadanya, bocah tersebut bertanya kepada wartawan itu, �Apakah engkau seorang yang hafal Al Quran ?�
Wartawan itu berkata: �Tidak�. Namun sang wartawan dapat merasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya.
Bocah itu kembali berkata , �Akan tetapi engkau adalah seorang muslim, dan mengerti bahasa Arab, bukankah demikian ?�. Dia menghujani wartawan itu dengan banyak pertanyaan. �Apakah engkau telah menunaikan ibadah haji ? Apakah engkau telah menunaikan �umrah ? Bagaimana engkau bisa mendapatkan pakaian ihram ? Apakah pakaian ihram tersebut mahal ? Apakah mungkin aku membelinya di sini, ataukah mereka hanya menjualnya di Arab Saudi saja ? Kesulitan apa sajakah yang engkau alami, dengan keberadaanmu sebagai seorang muslim di komunitas yang bukan Islami ?�
Setelah wartawan itu menjawab sebisanya, anak itu kembali berbicara dan menceritakan tentang beberapa hal berkenaan dengan kawan-kawannya, atau gurunya, sesuatu yang berkenaan dengan makan atau minumnya, peci putih yang dikenakannya, ghutrah (surban) yang dia lingkarkan di kepalanya dengan model Yaman, atau berdirinya di kebun umum untuk mengumandangkan adzan sebelum dia sholat. Kemudian ia berkata dengan penuh penyesalan, �Terkadang aku kehilangan sebagian sholat karena ketidaktahuanku tentang waktu-waktu sholat.�
Kemudian wartawan itu bertanya pada sang bocah, �Apa yang membuatmu tertarik pada Islam ? Mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja ?� Dia diam sesaat kemudian menjawab.
Bocah itu diam sesaat dan kemudian menjawab, �Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentangnya, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku�.
Wartawab bertanya kembali, �Apakah engkau telah puasa Ramadhan ?�
Muhammad tersenyum sambil menjawab, �Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama�. Kemudian dia meneruskan : �Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut�.
�Apakah cita-citamu ?� tanya wartawan
Dengan cepat Muhammad menjawab, �Aku memiliki banyak cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad�.
�Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk menunaikan ibadah haji adalah sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut ?� tanya wartawan lagi.
Ibu Muhamad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata : �Sesungguhnya gambar Ka�bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang hanyalah semacam khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius, melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain�.
Tampaklah senyuman di wajah Muhammad �Abdullah, dia melihat ibunya membelanya. Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Ka�bah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin.
Kemudian Muhammad meneruskan, �Sesungguhnya aku berusaha mengumpulkan sisa dari uang sakuku setiap minggunya agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah pada suatu hari. Aku telah mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar.�
Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha menghilangkan kesan keteledorannya, �Aku sama sekali tidak keberatan dan menghalanginya pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang untuk mengirimnya dalam waktu dekat ini.�
�Apakah cita-citamu yang lain ?� tanya wartawan.
�Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang Israel (Yahudi) dari mereka.� jawab Muhammad
Ibunya melihat kepadanya dengan penuh keheranan. Maka diapun memberikan isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi perdebatan antara dia dengan ibunya sekitar tema ini.
Muhammad berkata, �Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah, sungguh benar-benar telah terjadi perampasan terhadap Palestina.�
�Apakah engkau mempunyai cita-cita lain ?� tanya wartawan lagi.
Muhammad menjawab, �Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al Quran.�
�Apakah engkau berkeinginan belajar di negeri Islam ?� tanya wartawan
Maka dia menjawab dengan meyakinkan : �Tentu�
�Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan ? Bagaimana engkau menghindari daging babi ?�
Muhammad menjawab, �Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi.�
�Apakah engkau sholat di sekolahan ?�
�Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku shalat di sana setiap hari� jawab Muhammad
Kemudian datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara. Bocah itu langsung berkata kepada wartawan,�Apakah engkau mengijinkanku untuk mengumandangkan adzan ?�
Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan adzan. Dan tanpa terasa, air mata mengalir di kedua mata sang wartawan ketika melihat dan mendengarkan bocah itu menyuarakan adzan.
Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas.

Selasa, 26 Maret 2013

Cara Mengetahui Orang Yang Membatalkan Pertemanan di Facebook

Kalau di twitter kita kenal dengan istilah follow dan unfollow, nah di faebook biasanya kita mengenal istilah pertemanan dan pemblokiran pertemanan atau yang lebih kita kenal dengan istilah pemutusan hubungan pertemanan. Ada bermacam-macam dan tipe orang yang melakukan hal itu, ada yang melakukam hal tersebut karena tidak mengenal orang yang menjadi teman kita di facebook, ada juga yang melkukan pemblokiran tersebut karena alasan privacy.
Aplikasi Facebook Cara Mengetahui Orang Yang Membatalkan Pertemanan di Facebook
Selama ini pengguna Facebook tidak pernah tahu, siapa teman Facebook yang menghapus akun Facebok-nya dari daftar teman.
Mark Zuckerberg sebagai pendiri Facebook memang tidak membangun aplikasi untuk mengetahui hal ini. Tapi, kini pengguna Facebook bisa mengetahui siapa yang menghapusnya dari daftar teman, dengan menggunakan aplikasi.
Nama aplikasi tersebut adalah �Unfriends Finder�. Aplikasi ini tidak dibangun secara resmi oleh teknisi Facebook, sehingga Anda harus men-download terlebih dahulu.
Setelah Anda men-download aplikasi ini, maka akan muncul tulisan �Unfriends� di kanan atas. Dalam tampilan normal, kanan atas Facebook hanya terdiri dari tulisan nama akun Anda dan Home. Nantinya setelah men-download aplikasi ini, akan ada tiga kolom, yakni nama akun Anda, tulisan Home, dan tulisan �Unfriends�.
Jika ada teman Facebook yang menghapus Anda dari daftar teman atau menolak permintaan pertemanan Anda, maka akan muncul notifikasi berwarna merah.
Anda mungkin senang bisa mengetahui siapa saja yang sudah menghapus anda dari daftar teman atau mengetahui siapa yang menolak permintaan pertemanan dari Anda. Tapi, apakah Anda siap menghadapi kenyataan ini?
Sebelum meng-install aplikasi ini, sebaiknya Anda berpikir ulang. Siapa tahu di kemudian hari, aplikasi ini bisa merusak pertemanan Anda di dunia nyata dengan orang-orang yang Anda ketahui melakukan penghapusan daftar teman atau menolak pertemanan di dunia maya.
Bagaimanapun, nyatanya aplikasi ini sudah di-download oleh 44 juta lebih pengguna Facebook di seluruh dunia. Jika Anda ingin ikut meng-install aplikasi ini juga, silakan ikuti tahap-tahap berikut:
  1. Buka link berikut http://userscripts.org/scripts/show/58852
  2. Jangan klick tulisan �Install�, tetapi klik tulisan dibawahnya, �How do i use this?�
  3. Anda akan masuk ke halaman yang mengharuskan meng-install �Greasemonkey
  4. Klik link �greasemonkey� untuk menginstal add-on pada browser Anda.
  5. Setelah install berhasil, Anda harus me-restart browser agar add-on berfungsi.
    Unfriends pada Facebook
  6. Setelah itu, kembali ke langkah nomor satu, klik link bertuliskan �Current version: Version 35 � Official Website� yang berada di tengah halaman atau http://downloads.phpnuke.org/en/download-item-view-y-y-l-l-a-n/UNFRIEND%2BFINDER.htm
  7. Setelah proses instalasi selesai, cek halaman Facebook Anda di bagian kanan atas.
  8. Tulisan �Unfriends� akan muncul di samping tulisan �Home�.
Semoga bebrapa tips aplikasi tersebut diata bisa bermanfaat untuk anda yang ingin mengetahui status pertemanan anda dengan orang lain.Selamat mencoba!

Cara Menghemat Baterai Laptop Toshiba


Cara Menghemat Baterai Laptop Toshiba, Acer, Axioo, Hp, Asus, LENOVO DLL dengan Mudah bisa anda lakukan sendiri tanpa harus membuang banyak waktu, Tenaga dan uang, atau anda harus membawanya ke teknisi komputer/laptop, frekuensi pemakaian yg sangat tinggi tentunya akan menyebabkan batrai pada Lptop menjadi boros. Sebagai alternatif banyak pengguna yang terus mencolokan adapter pada saat kita sedang bekerja dengan laptop meskipun hal tersebut sebenarnya tidak terlalu baik untuk usia baterai laptop itu sendiri.tentunnya kalau kita memakai notebook secara terus menerus pasti usia pada baterai laptop anda tidak akan bertahan lama jika kita tidak tahu cara mengatasinya, untuk itu disini saya akan coba memberikan sebuah tips yang mudah tentang....

baterai laptop

Tips Menghemat Baterai Pada Laptop

Setting/Pengaturan Kontras Cahaya pada LCD

Terkadang kita tidak pernah sama sekali mengatur tingkat pencahayaan/kontras pada monitor LCD pada laptop. Bagi anda yang bekerja seharian didepan monitor laptop dengan settingan default pada kontras cahayanya maka akan membuat mata cepat Pedih dan menjadi cepat lelah dan juga bisa beresiko menambah minus mata anda. Untuk itu Dengan menurunkan kontras cahaya pada Laptop anda juga bisa menghemat sedikit konsumsi dalam pemakaian energi pada baterai, disamping itu bisa juga menjaga kesehatan mata anda.

Setting Pada Power Saving

Dengan melakukan sedikit setting pada bagian Power Saving ini bisa dapat menghemat konsumsi pemakaian pd baterai laptop anda. Dan berikut cara Untuk mengoptimalkan settingan pd POWER SAVING:

1. klik Start Menu ? Control Panel
2. Lalu klik Power Options
3. Pada tab bagian Power Schemes, ubah settingan pada bagian Turn off Monitor. Pilih After 10 minutes saja. Dan After 15 minutes pada bagian Turn off Hardisk serta After 25 Minutes pada bagian System Standby
4. Klik Apply dan Ok

Settingan diatas BISA MENGATUR pemakaian konsumsi listrik yang berfungsi ketika laptop/NOTEBOOK dalam keadaan �Tidak Terpakai� yang mungkin anda masih sibuk dengan yang lainnya.


Matikan Sementara Peripheral/Hardware

Bila anda memutuskan untuk keluar dalam waktu setidaknya setengah jam, matikan laptop anda atau bila memang tidak dapat dimatikan karena laptop sedang memproses data / pekerjaan maka setidaknya anda dapat mengupayakan agar segala jenis hardware / peripheral seperti; speaker, scanner, harddisk eksternal, dvd external, flashdisk, dsb dimatikan (tidak dihubungkan) sementara waktu karena semua peripheral tersebut yang mana terhubung dengan slot USB tetap menghabiskan energi baterai.

Hibernate

Hibernate adalah fungsi untuk melakukan logoff atau mematikan laptop / PC tanpa menutup program yang sedang kita jalankan saat itu karena mode hibernate menyimpan semua aktivitas terakhir kedalam memori RAM kedalam harddisk. Cara untuk melakukan Setting Mode Hibernate adalah:
1. Klik Start Menu ? Power Options
2. Lalu ke tab Hibernate dan centang kotak opsi pada tulisan Enable Hibernate. Jangan lupa untuk mengklik Apply.
3. Kemudian ke tab bagian Advance. Klik menu drop down yang terdapat pada tulisan When I Press the power button dan pilih Hibernate.
4. Klik Apply dan Ok

Gunakanlah UPS

Bila baterai anda sedang low sementara masih terdapat pekerjaan mendesak yang harus anda selesaikan, maka satu-satunya alternatif adalah melakukan charge baterai sambil melanjutkan pekerjaan. UPS selain dapat menstabilkan energi pemakaian pada komputer. Meskipun UPS lebih umum digunakan pada komputer namun tidak ada salahnya anda melanjutkan pekerjaan anda sambil melakukan charge baterai dengan menggunakan UPS.
Untuk melakukan setting pada UPS adalah:

Klik Start Menu ? Control Panel
Klik Power Options
Lalu klik pada Tab UPS. Pada tab UPS tersebut akan menampilkan perkiraan jumlah menit yang dapat didukung terhadap PC dari UPS yang digunakan.

Charge/Mengisi Baterai Laptop Hingga Penuh

Pastikan setiap kali anda melakukan charge/pengisian terhadap baterai laptop agar dilanjutkan hingga penuh (rekomendasi, maksimal 98% sebagai indikator baterai penuh dan minimal 10% sebelum baterai habis). Proses charge baterai yang setengah-setengah akan membuat konsumsi pemakaian energi baterai menjadi sedikit lebih boros dan tidak efisien. Dan faktor utama yang perlu dipertimbangkan adalah akan mempengaruhi usia pemakaian baterai laptop itu sendiri secara tidak langsung.

USB Port

Setiap peripheral seperti harddisk eksternal, flashdisk, DVDRW Portable dan lain-lain yang bersifat portable dan dihubungkan melalui port USB tetap memakan arus listrik tambahan. Oleh karena itu pastikan apabila anda sudah tidak membutuhkan harddisk eksternal atau DVDRW ada baiknya di-disconect-kan sementara. Hal sederhana seperti ini juga dapat sedikit menghemat pemakaian pada baterai.

Software Penghemat Konsumsi Energi

Pada umumnya produsen Laptop sekarang ini menyediakan Fitur/Software penghemat energi yang terinstall didalamnya. Software ini sangat bermanfaat unutk mengatur konsumsi energi yang dibutuhkan serta mematikan sementara bagian-bagian mana yang tidak dibutuhkan dan akan diaktifkan kembali secara otomatis ketika memang dibutuhkan untuk aktif.

Free download template blogger, blog, blogspot

Free download template blogger, blog, blogspot yang keren, Ciamix dan yang terpenting adalah templates2 ini semua SEO Friendly sehingga membuat tampilan blog anda kelihatan lebih kuueeren, dinamis dan sangat di sukai oleh GOOGLE. dan sebenarnya Banyak sekali penyedia template-template blogger yg gratisan diinternet, dan mungkin tak ada satupun yang cocok dengan tema diblog anda, atau feature2nya kurang lengkap. Ok kali ini saya akan berbagi info dengan anda tentang tempatnya template yang menurut saya pribadi merupakan templates yang Sangat bagus dan paling puenting adalah GRATIS!! Ini dia Download Template Blogger, Blog, Blogspot Keren DI BAWAH INI :

Download template blog keren gratis


SD Blogger Template



Myst Blogger Template


Remark Blogger Template



Camino Blogger Template

Free Download Template Blogger, Blog, Blogspot Keren

Styline Blogger Template